Responsive image

Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi adalah kelainan yang terjadi pada siklus menstruasi. Hal ini bisa berupa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, siklus menstruasi yang tidak beraturan, dan bahkan tidak haid sama sekali. Gejala Gangguan Menstruasi Berbagai gejala gangguan menstruasi yang terlihat, antara lain: PMS (Premenstrual Syndrome) Sebelum siklus menstruasi dimulai, wanita mengalami perubahan secara fisik maupun emosional yang disebut sebagai gejala gangguan haid. Hal tersebut dalam dunia medis dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS). Berikut ini adalah gejala gangguan haid PMS yang bisa diamati: -Perut melilit -Nyeri punggung -Payudara mengencang -Sakit kepala -Kemunculan jerawat berlebih -Mudah lelah -Mudah lapar -Konstipasi -Gelisah -Kram perut -Diare -Absen Menstruasi Selain PMS, ada pula gejala gangguan haid lainnya, yaitu absen menstruasi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi di periode waktu tertentu. Hal itu akibat gangguan hormon atau permasalahan pada sistem reproduksi wanita. Siklus haid yang tidak teratur kebanyakan terjadi akibat faktor hormonal. Seorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesterone secara berlebihan memungkinkan terjadinya haid dalam waktu yang lebih cepat. Jika gangguan haid dikarenakan oleh faktor hormonal, maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Hal itu dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur. Gangguan menstruasi karena penyebab kelainan non-organ, di antaranya koagulopati, yaitu adanya gangguan fungsi pembekuan darah yang menyebabkan darah sulit membeku. Hal yang paling sering adalah penyakit Von Willebrand. Ada juga disfungsi ovulasi, yaitu gangguan kesuburan yang dapat menyebabkan gangguan hormon, sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan dalam jumlah yang bervariasi dan dapat terjadi setiap saat. Manifestasi kelainan ini dapat berupa haid yang jarang, perdarahan ringan (flek-flek), maupun perdarahan yang banyak. Penyebab Gangguan Menstruasi Haid normalnya berdurasi antara 7—14 hari dengan siklus 28—35 hari. Faktor penyebab gangguan haid dapat beragam, mulai dari psikis (stres), gangguan hormon, kehamilan, berat badan yang turun atau naik drastis, penyakit yang menyertai, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), dan lain-lain. Diagnosis Gangguan Menstruasi Untuk menentukan diagnosis gangguan menstruasi, dokter akan menanyakan apakah ada gejala yang sesuai dengan klasifikasi tadi. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya peradangan di vagina maupun serviks. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kanker. Pemeriksaan lain yang mungkin saja dilakukan adalah USG, biopsi endometrium, ataupun histeroskopi

Download Product Knowledge

Testimoni