Responsive image

Digigit Serangga

Gigitan serangga adalah kondisi ketika seseorang mengalami gejala akibat digigit oleh serangga. Pada umumnya, gigitan atau sengatan serangga hanya menimbulkan gejala ringan pada area yang digigit, antara lain: -Bengkak -Gatal-gatal -Ruam dan kemerahan -Panas, kaku atau kesemutan -Nyeri pada area yang digigit. Dalam kondisi lain, gigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan reaksi parah yang harus segera mendapatkan pertolongan medis, seperti: -Demam -Mual dan muntah -Pusing -Pingsan -Jantung berdebar -Bengkak di wajah, bibir, atau tenggorokan -Sulit menelan dan bicara -Sesak napas. Segera periksakan ke dokter bila timbul gejala di atas. Karena dapat berakibat fatal hingga membahayakan jiwa. Jenis Gigitan Serangga Terdapat banyak jenis serangga yang hidup di alam. Beberapa serangga hanya akan menyengat bila merasa terancam, sedangkan sebagian lain sengaja menggigit untuk memakan darah manusia. Meskipun demikian, kedua tipe serangga tersebut dapat menimbulkan kondisi ringan hingga berat. Beberapa jenis serangga yang menggigit manusia untuk memakan darah, dan di saat yang sama menyebarkan penyakit, antara lain: Kutu. Jenis kutu tertentu dapat menjadi perantara penyebaran penyakit, seperti bubonic plague (pes pada sistem limfatik) dan penyakit Lyme. Lalat. Beberapa jenis lalat dapat menggigit dan menyebarkan penyakit, seperti leishmaniasis (penyakit parasit yang disebarkan oleh lalat phletobomine), dan penyakit tidur yang disebabkan lalat tsetse. Nyamuk. Pada umumnya, gigitan nyamuk hanya menyebabkan gatal. Namun, gigitan jenis nyamuk tertentu dapat menyebarkan penyakit, serius seperti infeksi virus Zika, infeksi virus West-Nile, malaria, demam kuning, dan demam berdarah. Selain beberapa jenis serangga di atas, ada pula jenis serangga yang walaupun tidak menyebarkan penyakit, namun sengatannya dapat menyebabkan reaksi alergi serius, misalnya: Semut api. Semut api adalah jenis semut yang agresif, terutama bila mereka merasa sarangnya terganggu. Semut ini dapat menyengat beberapa kali, dan menyuntikkan racun yang disebut solenopsin. Lebah. Ketika menyengat, lebah umumnya akan meninggalkan sengat yang mengandung racun di kulit. Bila sengat tersebut tidak segera dicabut, akan makin banyak racun yang masuk ke tubuh, dan memicu reaksi berat. Tawon. Seperti lebah, sengatan tawon juga mengandung racun. Bedanya, bila lebah umumnya hanya menyengat sekali, tawon dapat menyengat beberapa kali dalam satu serangan.

Download Product Knowledge

Testimoni